Senin, 08 April 2013

Sekuel -Cagni-

Diposkan oleh Nia Sumiati di 06.31
Langsung juga yaaa...

*

Baru saja Agni membereskan alat-alat tulisnya saat tanganseseorang mencekal pergelangan tangannya tanpa permisi. Segera ia menoleh danmemastikan siapa si pemilik tangan itu. Dan langsung saja ia menepisnya dengankasar begitu bola matanya sempurna menangkap sosok yang saat ini begitudibencinya, tapi begitu disayanginya itu. Ia mendelik kesal lantas segeraberjalan dengan agak cepat meninggalkan kelas, dan meninggalkan orang itu—Cakka.

“Aku mohon, Ag! Jangan bersikap kayak gini! Aku mohondengan sangat,” mohon Cakka sambil terus berusaha menyamakan langkah kakinyadengan Agni.  Agni acuh seolah permohonanCakka hanya rengekan angin ribut saja. Ia terus saja berjalan tanpamempedulikan seberapa lelahnya orang yang saat ini tengah terseok-seok mengejarlangkahnya.

“Ag… akumohon, aku capek banget!”

BaruAgni mau menghentikan langkahnya saat ia mendengar desehan nafas berat Cakka.Bukan permohonan lagi, tapi mirip keluhan. Sejenak ia terdiam. Larut dalamegonya. Bukankah selama berbulan-bulan ia lelah menunggu Cakka yang denganseenaknya meninggalkannya pergi tanpa alasan yang jelas. Mengacuhkannya seolahia tidak pernah ada di dunia ini. Bukankah apa yang ia lakukan saat ini tidaksebanding dengan rasa sakit yang dirasanya selama penantian panjang itu.Bukankah.... Ah, tidak ada yang mengerti perasaannya saat ini yang sedangdilanda kegalauan tiada batas.

“Akulebih lelah dari kamu, Kka!“ Tanpa menoleh sedikit pun, Agni berlalu. Melangkahmeninggalkan pemuda ber-style harajukuitu. Perasaannya berantakan. Di sisi lain, ada hati kecil yang tidak relamemperlakukan orang yang begitu disayanginya seperti itu. Tapi egonya tetapmemaksa ia melangkah tiada henti. Tanpa ingin sejenak saja menatap mata sayuCakka. Tanpa ingin sedetik saja memperhatikan guratan lelah dan kecewa di matamantan kekasihnya  yang selama beberapaminggu ini mencoba mendapatkan maafnya.

Cakkaterdiam. Memperhatikan tiap gerakan kecil langkah kaki Agni. Semakin lama,sosok itu menghilang di balik belokan lorong sekolah. Menyisakan siluetmemilukan dalam hatinya. Dan ia tertunduk lesu. Menyandarkan tubuhnya di balikdinding kelas berlabel XII IPA2 yang entah kenapa terasa begitu dingin. Dinginhingga menusuk tulang punggungnya dan merambat hingga bagian dadanya yangterasa ditimbun jutaan beban. Sesak sekali! Ia mendudukan dirinya, membenamkanwajahnya di  bagian lututnya yang sengajaia lipat. Ada nyeri yang sedang ia tahan. Nyeri yang dua kali lipat lebih hebatdari apa pun.


Dantiba-tiba saja langkah gadis itu terhenti seiring menghenyaknya rasa tidak enakdalam hatinya. Baru saja ia berdiri di ambang gerbang koridor saat tiba-tibasaja otot kakinya kaku. Hati nuraninya berbisik agar ia kembali. Agar usah lagiia menyiksa dirinya sendiri dengan menjadikan egonya  panduan. Agar sedikit saja ia mau membukajendela hatinya untuk Cakka. Setidaknya ia harus mendengarkan alasan apa yangakan Cakka lontarkan. Segera mungkin ia berbalik. Berlari dengan begitu cepatmenuju tempat di mana Cakka ia tinggalkan. Hatinya berharap sosok itu masih beradadi tempatnya.

“Cakka...aku minta ma...“ Suara Agni tercekat. Sama tercekatnya dengan persendiantubuhnya. Ia mematung tepat di belokan lorong sekolah yang tadi menjaditempatnya menghilang. Repleks tangannya menutup mulutnya rapat-rapat. Melafakansesuatu dalam hatinya. Dan ia kembali berjalan saat ruhnya kembali ke alamsadarnya. Menghampiri tubuh yang terbaring di balik kelas XII IPA2 itu.

“Kamukenapa, Kka?! Jawab aku! Kamu kenapa ?” Agni meraung sembari merengkuhtubuh itu dalam dekapannya. Ia tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Yang iatahu, ia menemukan Cakka dalam keadaan tidak sempurna. Ruhnya hilang entah kemana. Nafasnya pergi entah bisa kembali atau tidak. Nadinya terhenti entahmungkin berdenyut lagi atau tidak. Dan air mata itu menetes begitu saja.

“Cakka… aku udah maafin kamu. Sekarang aku mohon sama kamu,bangunlah! Jangan main-main seperti ini! Aku mohon dengan sangat, Cakka!!”

“Harusnya lo tahu, kalau Cakka pergi ninggalin lo itu buatberobat. Harusnya lo tahu kalo dia sakit parah. Harusnya lo tahu kalo dia itusayang banget sama lo, sampai ia menghentikan pengobatannya dan kembali keIndonesia. Dan harusnya lo mau dengerin penjelasannya sebelum semuanya sepertiini.”

Agni hanya bisa membisu saat seorang gadis bermata sipit, tiba-tibanyerocos penuh emosi sembari berusaha melepaskan rengkuhannya. Gadis berkulitputih itu lantas mengambil alih tubuh Cakka. Memeluknya dengan begitu erat. Iajuga menangis. Dan hati Agni ngilu terasa. Ia menangis semakin deras.

>>>>> End???
*

Akhir ceritanya... Tunggu bagian shiel yaa!! ahaha..

1 komentar:

  1. ya, harusnya mendengarkan dulu ya. sediihh :')

    BalasHapus

Do'a dan Asa Blog

Do'a dan Asa Blog
Follow juga

Followers

Yang paling kamu banget?

Chat Box

 

Queen Of Sad Ending Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea