Senin, 08 April 2013

Sekuel -Rify-

Diposkan oleh Nia Sumiati di 06.29
langsung aja deh yaa....

*

"Jangan hubungi aku dulu, Fy!"

Ify melempar Nokia Asha 200-nya sembarang begitu ia membaca pesan terakhir yang mampir di inbox ponselnya beberapa minggu yang lalu. Ia mendengus kesal, lantas menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur berbed cover ungu anggur itu. Jika ia bukan termasuk jajara cewek yang kuat, ia sudah membiarkan matanya memproduksi cairan bening yang banyak.

Enam bulanyang lalu Rio-kekasihnya- meninggalkannya ke luar negeri dengan alasan yang tidak jelas. Dan sudah lebih dari dua bulan ini sikap Rio sungguh berbeda padanya. Jarang membalas  SMS-nya, mengangkat panggilannya, apalagi menghubunginya. Ia selalu gelisah sendiri. Kegalauan selalu melandanya tiap hari. Fikiran-fikiran negatif pun tak jarang berkumpul, berdesak-desakan dalam benaknya. Udara penat itu menyerangnya tiap hari.

"Kamu kenapa sih, Yo? Kenapa kamu giniin aku? Udah aku ditinggalin, dicuekin pula.Sakit banget tahu, gak."
Pada angin Ify berbicara. Tak ada yang merespon. Hanya sesak yang menyapanya. Ia nyaris menyerah. Tak mungkin ia mempertahankan hubungan jarak jauhnya yang semakin rumit ini. Ia sudah tidak mampu menahan sakitnya. Rio bukan Rio yang dulu. Iaharus mengakhiri semuanya.

"Apa salah aku sama kamu, Yo? Kenapa kamu tega buat aku sesakit ini?"

Air mataitu menggenang, dan akhirnya menetes juga. Membasahi bantal berwarna selarasdengan seprai tempat tidurnya itu. Lama ia sesenggukan dalam benaman bantal berbau passionnya. Hingga lelah dan memaksanya ditarik paksa menuju alam mimpi.

"Ify! Ifyyyy...."

Baru saja Ify hendak melangkah memasuki gerbang dunia mimpi saat teriakan yang disertaigedoran keras itu terdengar memekakan gendang telinganya. Jiwanya terhenyak kembali ke dalam raganya. Dengan setengah sadar dan tidak sadar, akhirnya Ify bangkit dan membuka pintu kamarnya.

"Ada Rio di bawah, Fy." Mama memberitahu yang lantas membuat mata Ifyterbelalak. Kesadarannya langsung saja pulih total. Ia buru-buru masuk kamar kembali. Sedikit membenarkan penampilan acak-acakannya. Matanya yang sedikit bengkak mungkin tidak akan terlihat oleh Rio.

"Riodi mana, Ma?" tanya Ify.

"Diteras depan."

Langsung saja Ify bergegas. Berjalan terburu-buru menuju beranda rumah. Dan tepat ketika matanya menatap sosok jangkung berkulit hitam manis itu, ia langsung menarik nafas dalam-dalam dan berjalan lebih mendekat. Rio tersenyum saat Ify berdiridi hadapannya. Tapi ekspresi Ify sungguh berbeda.

"Haii,Fy! Ap..."

"Harusnya kamu gak perlu kembali, Yo!" Entah apa yang Ify ucapkan. Yang pasti, sakit yang ia rasakan kali ini menciptakan serpihan rasa benci yang begitu kuat.

"Maksud kamu apa, Fy? Kamu gak kangen ya sama aku? Lagian, aku kan udah janji bakal kembali untuk kamu," tutur Rio tak mengerti.

"Pergiaja! Aku gak penting kan, buat kamu? Kamu gak bales sms aku, gak angkat telfonaku, kamu cuekin aku dan gak anggap aku ada tahu, gak? Aku benci sama kamu,Yo!" Air mata Ify menetes. Rio terhenyak melihat air mata itu. Baru kaliini ia melihat Ify menangis dan itu memaksa ia menarik Ify ke dalam pelukannya.

"Maafkanaku, Fy! Maafkan aku? Aku sayang sama kamu."

"Akumau kita putus, Yo!" Tapi sedikitpun Ify tak mampu melepaskan pelukan Rio.Wangi tubuh Rio membuatnya betah berlama-lama. Membuatnya lupa rasa sakitnya. Rio semakin merekatkan pelukannya. Ada sakit yang tiba-tiba menohok hatinya mendengar apa yang Ify katakan.

*

Belum selesai di sini.....
baca versi Cagni

0 komentar:

Poskan Komentar

Do'a dan Asa Blog

Do'a dan Asa Blog
Follow juga

Followers

Yang paling kamu banget?

Chat Box

 

Queen Of Sad Ending Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea