Sabtu, 21 Februari 2015

Different -Cerpen-

Diposkan oleh Nia Sumiati di 08.28


“Kamu berubah, Kka…,” lirih gadis itu. Ia benamkan wajahnya di balik kedua tangannya yang terlipat di atas meja. Menyembunyikan banyak kesedihan dan kekecewaan yang selama beberapa minggu ini menemaninya. Suasana kelas yang sudah sepi, membuat laki-laki yang dipanggil dengan sebutan Kka itu bisa dengan mudah mendengar isakan kecil gadis itu.

“Dulu, sesibuk apa pun kamu, kamu tuh gak pernah kayak gini. Kamu gak pernah cuekin aku, kamu gak pernah abaikan sms aku, kamu gak pernah sampai seharian gak kabarin aku. Kamu kenapa, Kka? Apa ada yang salah dariku?...

…Kamu kenapa jadi kayak gini? Kamu bosen sama aku? Kamu mau udahan sama aku? Kamu udah berpaling sama gadis yang lebih segalanya dari aku? Iya, Kka? Bilang aja sama aku? Aku gak apa-apa, kok.”

Dan laki-laki itu sama sekali tidak bersuara. Tangisan lirih gadis yang duduk di sampingnya dengan posisi yang sama seperti sebelumnya itu serasa mencekiknya hingga pedalaman hatinya. Entah sudah berapa banyak liquid bening gadisnya itu tumpah hanya untuk menangisinya. Ia sadar dengan perubahannya. Ia tahu bahwa apa yang gadisnya ungkapkan itu memang benar adanya. Ia sadar, tapi ia sendiri tidak tahu apa yang membuat perubahan itu terjadi padanya.

“Aku gengsi, Kka. Aku gengsi kalau harus sms kamu duluan dan pada akhirnya kamu cuekin sms aku. Kamu bales satu kali dan setelah itu kamu menghilang. Aku gak ngerti kamu kenapa. Apa karena kamu sibuk dengan aktifitas kamu, atau memang ada alasan lain yang membuat kamu gak minat lagi bales sms aku, yang membuat kamu gak minat lagi sama aku. Tapi seperti yang tadi aku bilang, dulu tuh sesibuk apa pun, kamu pasti nyempetin sms aku. Kamu berubah, Kka…

…Semakin ke sini, hubungan kita tuh bukan makin kuat, tapi malah aku ngerasa makin renggang banget. Kamu tuh gak tahu, tiap saat aku nengok ponselku berharap ada pesan dari kamu. Dan kenyataannya gak ada sama sekali. Waktuku tersita hanya untuk berharap sesuatu yang tidak tentu. Kamu tuh kayak yang gak mau dengar lagi ungkapan hatiku. Kamu tutup telinga kamu rapat-rapat dan gak mau tahu seberapa kangennya aku sama aku, seberapa inginnya aku ketemu kamu. Kamu beda sama kamu yang dulu, Kka. Bukannya aku gak ngerti dengan segala kesibukan kamu. Tapi aku takut kamu bosen sama aku dan akhirnya ninggalin aku. Aku udah coba nepis semua pikiran negatif yang menghantui aku, tapi aku gak bisa. Kamu udah terlalu berubah…”

Dalam satu gerakan, laki-laki penyuka warna merah itu menarik gadis itu. Membungkamnya dengan dekapan paling hangat yang ia miliki. Mencoba menenangkannya. Mencoba  menghilangkan segala nestapa yang telah ia tanamkan dalam hati gadisnya. Berharap dengan pelukan itu membuat gadisnya tahu kalau ia menyesal. Menyesal pernah menutup telinga dan selalu sibuk dengan dunianya sendiri. Menyesal karena tidak bisa memahami gadis yang jelas selalu mengerti dan memahaminya.

“Aku sayang kamu, Kka. Aku gak bisa bayangin kalau kamu pergi ninggalin aku.”

*
FIN
*
Follow me
@nhyea1225

0 komentar:

Poskan Komentar

Do'a dan Asa Blog

Do'a dan Asa Blog
Follow juga

Followers

Yang paling kamu banget?

Chat Box

 

Queen Of Sad Ending Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea