Sabtu, 28 Februari 2015

Separation -Intro-

Diposkan oleh Nia Sumiati di 21.32
Sebenarnya, cerbung ini sudah lama banget. Udah sekitar 4 tahun yang lalu. Terpendam bersama tumpukan buku-buku bekas masa SMA. Jadi, wajar kalau ceritanya gak bagus, gak nyambung, pasaran, dan gak jelas. Ini ditulis pas awal-awal aku kembali menulis setelah lama vakum disibukan UN SMA. Cerita ini juga sebenarnya gak aku sendiri yang nulis. Tapi bareng sama adek kelasku, “Lina Nuraeni” yang sekarang mungkin lagi sibuk banget sama kuliahnya. Aku berharap dia selalu baik-baik saja di sana.

Aku gak inget, gimana bisa cerita yang bahkan hampir ngabisin 3 buku tulis 38 lembar ini kami tulis bareng-bareng. Padahal, setahuku, selera kami berbeda. Lina suka sekali couple Cagni, Cakka-Agni. Dan aku waktu itu, suka Alvin aja. Gak masalah Alvin mau di-couple-in sama siapa pun. Mungkin itu yang buat cerita ini agak menonjol di bagian Cakka dan Alvin.

Seinget aku juga, Lina suka banget sama cerita happy ending. Kalau pun harus buat sad ending, dia lebih suka ceweknya yang disiksa, berbanding terbalik dengan aku si pecinta sad ending. Dan hater sejati cerita yang ceweknya disiksa, dibuat menderita, dan dibikin mati. Meski pernah beberapa kali aku membuat cerita dengan tokoh ceweknya meninggal. Percayalah, aku tidak pernah ingin membuat itu jika bukan benar-benar terpaksa atau tuntutan jalan cerita. Hehehe…

Gak tau Lina masih inget apa nggak. Tapi, pas aku nemuin buku ini, aku langsung saja nyari 2 buku yang lainnya dan itu membutuhkan waktu yang lumayan lama. Aku baca ulang, dan geli juga begitu baca, kata-katanya itu super berantakan banget! Dan satu hal yang baru aku tahu, kalau ternyata cerita ini belum sampai ending. Kita berdua belum menyelesaikannya, dan  belum kasih judul juga. Hahaha.. padahal udah 3 buku dan cerita ini sama sekali gak ada judulnya.

So, dengan begitu, kalau Lina buka blog ini dan kebetulan baca cerita ini, maaf aku terusin cerbung lama yang tertunda ini sendiri. Aku juga memberi judul cerita ini secara sepihak. Dan aku juga mungkin akan mengubah couple dan beberapa adegan serta kata-kata di dalamnya, serta aku post cerita ini di blogku juga. Gak apa-apa kan, Lin?

Mungkin, itu pendahuluan aja. *DikiraMakalah* hehehe… semoga kalian suka cerita aku dan Lina ini…

Selamat membaca….

-----------------------------

SEPARATION

-Intro-

-Alvin-

Semerbak udara pagi menguar, bertepi hingga rongga sanubari. Memaksa kelopak penglihatan terbuka. Menantang jiwa yang tiap detiknya hilang menghadapi jam kehidupan yang berdetak semakin tak karuan. Ia terjaga untuk ribuan lafadz syukur pada Tuhan atas pagi yang masih menyambutnya. Meski terkadang kaki sudah tak sanggup menompang beban, rasanya, senyuman dan kebahagiaan mereka adalah satu tujuan hidup yang masih perlu ia perjuangkan. Dan tentu dia, yang tiba-tiba hadir dalam hidupnya. Dia yang memiliki tatapan super tajam yang membuat alasannya untuk bertahan semakin berakar kuat.

-Cakka-

Dia menantang matahari. Seolah berkata, “bakarlah aku jika kau mampu. Bahkan jika kau berhasil melakukannya, tidak sekali pun aku bertekuk lutut karenanya.” Dia bersikap seperti makluk ciptaan Tuhan paling kuat dan paling tangguh. Ia pongah, meski di dalamnya, jiwa itu begitu lusuh, rapuh, lemah. Ia hanya perlu bersikap seolah semuanya baik-baik saja. Biarlah semuanya terlihat samar dengan senyumnya yang pada akhirnya harus pudar, seiring memudarnya jiwa itu. Tak ada yang perlu mengetahui sekelam apa cerita hidupnya. Yang ia tahu, saatnya nanti, akan ada cahaya nyata yang menerangi sudut-sudut gulita hatinya.

-Gabriel-

Mereka menganggapnya langit. Tinggi, angkuh, kadang cerah berawan, kadang gelap menyeringai. Mereka menganggapnya batu. Keras, sulit dilunakan, kadang melukai, kadang melindungi. Mereka menganggapnya angin, kadang bergerak tenang dan mendamaikan, kadang berkerak tak karuan dan meresahkan. Ia cuaca yang tak menentu. Hidup adalah perjuangan. Waktu adalah hal berharga. Tidak ada remeh-temeh. Ia harus terus melangkah.

-Rio-

Kesunyian adalah teman sejati. Kalimat panjang adalah musuh abadi. Ia tumbuh dalam salju-salju harapan yang tak pasti. Bahkan matahari yang sempat terbit, tak pernah mampu mencairkannya. Meski dingin, jauh dalam sanubarinya, ada cahaya keemasan yang berpendar menghangatinya. Sebaris senyum tulus yang selalu mendamaikan kegaduhan hatinya. Ada melodi merdu yang selalu meramaikan kesunyian jiwanya.

-Deva-

Cerialah seperti deburan ombak. Melangkah pasti seperti jalan cerita Tuhan. Raih tujuan itu semampu yang kau bisa. Hingga tangan Tuhan terulur untuk menyerahkan apa yang kau  perjuangkan. Seperti itulah kira-kira kata-kata bijaknya. Dia hadir di tengah kegundahan. Di tengah amukan kebencian. Memberi warna baru. Memberi aroma wangi kedamaian. Dia terus tersenyum dan berjuang meski takdir tidak pernah memihaknya.

-Ray-

Keputusasaan menari erotis dalam penglihatannya. Memaksa ia akhirnya berlari menjauhi hebahagiaannya. Terpuruk. Maju tak mungkin, mundur tak ada kesempatan. Kesedihan menghantam telak jiwanya yang rapuh. Menyerah dan bertahan adalah kalimat dilematis yang mempermainkan hidupnya. Namun kata yang pasti, “dirinya adalah seorang pecundang.”

---------------------------------

-Sivia-

Ia adalah mahkota yang angung. Anggun, berwibawa, elok, terhormat dan rupawan. Hanya saja, ia berada tepat di tahta yang salah. Ia tersanggul rapi di rambut permaisuri yang salah. Ia berubah menjadi mahkota yang penuh duri dan kedengkian serta kesombongan. Sampai sebuah senyum pucat itu membayang indah di jiwanya, ia sadar ada yang tidak beres dengan dirinya. Mahkota tetaplah sesuatu yang indah dan agung. Terlebih jika disandingkan dengan raja atau ratu yang tepat.

-Shilla-

Mungkin ia bunga. Ia akan tumbuh dan suatu saat nanti akan layu. Lantas tumbuh lagi dan layu lagi. Begitulah ia. Terkadang ia tegar seperti batu karang, tapi terkadang ia rapuh seperti kain lusuh. Mudah diruntuhkan, namun akan kembali berdiri meski tak kokoh. Hatinya yang lugu penuh dengan cinta dan ketulusan. Mudah terluka namun tak mudah melepaskan. Meski pada akhirnya tangan-tangan takdir itu memaksanya untuk melepaskan genggamannya.

-Ify-

Dia kembali terpuruk dalam catatan sejarah masa lalunya. Cinta dan obsesi yang tertulis di balik sorotan datar itu, membuatnya kembali tak berkutik. Ia membekap kuat suara perasaanya. Dan hatinya tetaplah berharap warna itu kembali tergurat dengan indah. Ia cukup ceria, cukup pandai berakting, mungkin cukup pintar berbohong. Ah, dia memang gadis pintar.

-Agni-

Perempuan itu tidak boleh cengeng. Harus kuat. Tidak boleh kalah dengan makhluk bernama laki-laki. Laki-laki yang egois. Yang selalu menjadi penjajah nomor satu kaum perempuan. Dia kepalkan tinjunya untuk laki-laki yang menurutnya brengsek. Yang menganggap perempuan itu sebuah permen Karet yang habis manisnya lantas dibuang seenaknya. Ia tutup semua buku cerita hatinya agar tidak ada yang namanya laki-laki tertulis di dalamnya. Sampai suatu hari… ketika wajah damai itu menampar keras kesadarannya bahwa ia perlu satu hal itu.

-Nova-

Dia mulai lelah. Sendi tubuhnya sudah tak sanggup berdiri lagi. Setianya sudah tak kokoh lagi. Harapannya sudah timbul-tenggelam seiring menghilangnya tapak kerinduannya. Ia gadis lemah yang terabaikan. Ia butuh teman cerita. Ia butuh suara yang menguatkan hatinya. Ia butuh wadah yang menampung semua kesedihannya. Siapa pun itu, ia hanya ingin bahagia.

-Dea-

Kebencian adalah sahabat terbaik yang menemani hari-harinya. Percayalah! Ia hanya ingin ada yang menatap dan membaca semua kata yang ada dalam bola mata indahnya. Ia ingin kalimat manis dan manja yang memperhatikan dirinya. Ia ingin ada tangan yang merengkuh kelemahan hatinya. Ia ingin didekap hangat. Ia tak ingin segalanya selain cinta dan ketulusan.

-----------------------

To be Continue…

Follow me
@nhyea1225
www.nia-sumiati.blogspot.com
Tinggalkan komentar, kritik, dan pujian juga boleh…
Terimakasih


1 komentar:

  1. Keren loh Kak (y) baru nemu blog kakak nih. Duh.. Ini nih yang aku cari, blog orang suka Alvin dan suka sad ending *sama dong kita/toss/?* hehe. Maafkan keGJan saya yah kak-_- . Btw, izin otak atik isi blognya yah. Piyupiyu \=D/

    BalasHapus

Do'a dan Asa Blog

Do'a dan Asa Blog
Follow juga

Followers

Yang paling kamu banget?

Chat Box

 

Queen Of Sad Ending Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea